Bupati Ingatkan Lebih Hati-Hati Kelola Keuangan

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mengingatkan kepada semua penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Indramayu agar lebih hati-hati dalam mengelola keuangan daerah karena bisa berdampak pada proses hokum. Hal itu ditegaskan ketika berlangsung Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) di Gedung PGRI Indramayu, Rabu (22/03/2017).

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah seperti yang disampaikan oleh Kabid Informasi dan Komunikasi Publik pada Diskominfo Kab. Indramayu, Nana Pasae, mengungkapkan, terhadap temuan yang masih belum diselesaikan maka harus ada tenggang waktu untuk segera diselesaikan sehingga tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Indramayu oleh BPK.

Kemudian yang juga harus diperhatikan oleh para penyelenggara pemerintahan mulai tingat SKPD hingga ke desa adalah harus benar-benar memperhatikan tata kelola asset, system pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap peraturan perundag-undangan yang berlaku saat ini sehingga tidak berdampak pada masalah hukum.

Pada kesempatan itu juga, bupati menegaskan terhadap aparatur perangkat desa untuk lebih hati-hati dan transparan dalam mengelola keuangan desa. Penggunaan keuangan desa harus juga disesuaikan dan sejalan dengan perencaan awal sehinga tidak ada program yang dadakan.

“Saat ini sudah banyak laporan tentang penyelewengan penggunaan dana desa oleh para kuwu dari pihak kepolisian. Untuk itu saya ingatkan agar lebih hati-hati dan penggunannya harus sesuai dengan perencanaan,” tegas bupati.

Sementara itu Inspektorat Kabupaten Indramayu telah berhasil menyelesaikan temuan dan tindak lanjut dengan prosentase 99,28 persen.

Inspektur Kabupaten Indramayu, Drs. Nuradi, M.Si menjelaskan, selama tahun 2016 yang lalu pihaknya telah melakukan pemeriksaan regular sebanyak 330 audit yang terdiri dari SKPD 153 temuan, Kecamatan 177 temuan, UPTD Puskesmas 265 temuan, UPTD Pendidikan 137 temuan, SMK/SMK 375 temuan, dan SMP 428 temuan dengan jumlah total sebanyak 1.535 temuan.

“Dari hasil temuan itu, terdapat 8 temuan yang belum menyelesaikan tindak lanjutnya sementara yang belum lengkap sebanyak 11 temuan yakni Kecamatan Widasari, Gantar Kandanghaur, Karangampel, UPTD Pendidikan Sukagumiwang, dan SMP Negeri 2 Karangampel, sementara Disporabudpar sudah clear,” tegas Nuradi.  DENI SANJAYA / Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Indramayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *